<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>S u r a W</title>
	<atom:link href="http://suraw.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suraw.wordpress.com</link>
	<description>t4 ngaji</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Dec 2008 02:48:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='suraw.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>S u r a W</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://suraw.wordpress.com/osd.xml" title="S u r a W" />
	<atom:link rel='hub' href='http://suraw.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kaifiat Shalat</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/12/17/kaifiat-shalat/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/12/17/kaifiat-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 02:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, perna! hkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit! Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=101&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, perna! hkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!</p>
<p>Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?</p>
<p>TAKBIRATUL IHRAM<br />
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu<br />
melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.<br />
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke s! eluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.</p>
<p>RUKUK<br />
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.<br />
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.</p>
<p>I’TIDAL<br />
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.<br />
Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami ! pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.</p>
<p>SUJUD<br />
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.<br />
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.</p>
<p>DUDUK<br />
Postur: Duduk ada dua macam! , yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.<br />
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.</p>
<p>SALAM<br />
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.<br />
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala d! an menjaga kekencangan kulit wajah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=101&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/12/17/kaifiat-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Azan</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/12/03/rahasia-azan/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/12/03/rahasia-azan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 01:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[azan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[* Assalamu’alaikum wr.wb * Mudah2an ada manfaatnya artikel ini untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Amin **Rahasia dibalik Adzan * * Renungkanlah WAHAI SAHABAT-SAHABATKU yang dirahmati ALLAH SWT, Mengapa lidah kelu disaat kematian? Tetapi kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Coba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak (hampir ajal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=97&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>* Assalamu’alaikum wr.wb *</p>
<p>Mudah2an ada manfaatnya artikel ini untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Amin</p>
<p>**Rahasia dibalik Adzan * *</p>
<p style="text-align:justify;">Renungkanlah WAHAI SAHABAT-SAHABATKU yang dirahmati ALLAH SWT, Mengapa lidah kelu disaat kematian? Tetapi kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Coba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak (hampir ajal tidak dapat berkata apa- apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan ’sakaratul maut’. Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: &#8220;Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Alloh akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. &#8221; Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah &#8220;Lailahaillallah. .&#8221; yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Alloh supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut. &#8220;Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah &#8220;Laa ilaha illallah..&#8221; semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal a’lamin..&#8221;</p>
<p>* WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.; ** Wahai Ali, bagi orang ** MUKMIN **</p>
<p>ada 3 tanda-tandanya:</p>
<ol>
<li>Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.</li>
<li>Tidak terpesona dengan pujuk rayu.</li>
<li>Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-sia..</li>
</ol>
<p>Wahai Ali, bagi orang ‘ ** ALIM ** itu ada 3 tanda2nya:</p>
<ol></ol>
<ol>
<li>1) Jujur dalam berkata-kata.</li>
<li>2) Menjauhi segala yg haram.</li>
<li>Merendahkan diri.  Wahai Ali, bagi orang yg</li>
</ol>
<blockquote><p>** JUJUR ** itu ada 3 tanda2nya:</p></blockquote>
<blockquote>
<ol>
<li>Merahasiakan ibadahnya.</li>
<li>Merahasiakan sedekahnya.</li>
<li>Merahasiakan ujian yg menimpanya.  Wahai Ali, bagi org yg</li>
</ol>
</blockquote>
<blockquote><p>** TAKWA ** itu. ada 3 tanda2nya:</p></blockquote>
<blockquote>
<ol>
<li>Takut berlaku dusta dan keji.</li>
<li>Menjauhi kejahatan.</li>
<li>Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.  Wahai Ali, bagi</li>
</ol>
<p>** AHLI IBADAH ** itu.ada 3 tanda2nya:</p>
<ol></ol>
</blockquote>
<blockquote>
<ol>
<li>Mengawasi dirinya.</li>
<li>Menghisab dirinya.</li>
<li>Memperbanyakkan ibadah kepada Allah SWT Kita mengirimkan ribuan ‘jokes’ dan ’surat berantai’ melalui e-mail tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2 atau 3 kali.</li>
</ol>
</blockquote>
<p>** OLEH ITU JANGAN BIARKAN DIRI KITA INI MENJADI SEBAHAGIAN DARI KELUCUAN TERSEBUT, INSYA’ALLAH ** . ** Wassalamu’alaikum wr.wb **</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=97&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/12/03/rahasia-azan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanda mau mati / meninggal / wafat /mangkat</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/11/01/tanda-mau-mati-meninggal-wafat-mangkat/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/11/01/tanda-mau-mati-meninggal-wafat-mangkat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 16:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[TANDA 40 HARI Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Mak a Malaikat Maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=95&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="message">
<div id="filter_message">
<div id="filter_message"><span style="font-weight:700;color:red;font-family:Arial;">TANDA 40 HARI</span> <span style="font-family:Arial;color:#00a000;"><span style="font-weight:700;color:#00a000;font-family:Arial;"><br />
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita<br />
akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita<br />
akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT.<br />
Mak a Malaikat Maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat<br />
persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti<br />
kita sepanjang masa. Akan terjadi Malaikat Maut ini akan<br />
memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka<br />
yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.<br />
Adapun Malaikat Maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk<br />
mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan<br />
dicabutnya.</span></span><span style="font-family:Arial;color:red;"><span style="font-weight:700;color:red;font-family:Arial;"></p>
<p>TANDA 7 HARI</span></span><span style="font-family:Arial;color:#00a000;"><span style="font-weight:700;color:#00a000;font-family:Arial;"><br />
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan<br />
musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara<br />
tiba-tiba ianya berselera untuk makan.</span></span><span style="font-family:Arial;color:red;"><span style="font-weight:700;color:red;font-family:Arial;"></p>
<p>TANDA 3 HARI</span></span><span style="font-family:Arial;color:#00a000;"><span style="font-weight:700;color:#00a000;font-family:Arial;"><br />
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita<br />
iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka<br />
berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi<br />
banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan<br />
memandikan kita nanti.</p>
<p>Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi<br />
orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat<br />
dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu<br />
dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam.<br />
Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan<br />
sukar ditegakkan.</span></span> <span style="font-family:Arial;color:red;"><span style="font-weight:700;color:red;font-family:Arial;"></p>
<p>TANDA 1 HARI</span></span><span style="font-family:Arial;color:#00a000;"><span style="font-weight:700;color:#00a000;font-family:Arial;"><br />
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu<br />
denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini<br />
menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan<br />
harinya.</span></span><span style="font-family:Arial;color:red;"><span style="font-weight:700;color:red;font-family:Arial;"></p>
<p>TANDA AKHIR</span></span> <span style="font-family:Arial;color:#00a000;"><span style="font-weight:700;color:#00a000;font-family:Arial;"><br />
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk<br />
di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya<br />
akan naik ke bahagian halkum.<br />
Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam<br />
diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita<br />
kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang<br />
akan mematikan pula.</p>
<p>Sesungguhnya mengingati mati itu adalah bijak<br />
forward this buletin&#8230;may ALLAH SWT bless you.<br />
Saling berpesan2lah sesama kita&#8230;&#8230;..</span></span></div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=95&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/11/01/tanda-mau-mati-meninggal-wafat-mangkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terobos Bachingham</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/09/26/terobos-bachingham/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/09/26/terobos-bachingham/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 00:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Nun di London, Mereka Memilih Islam London - Dalam ruang tamu rumah teras di London Utara, Islington dengan terbata-bata Tony, pria Inggeris belajar mengaji dengan metode Iqro dibimbing Muhammad Hilaal Abubakar, pria kelahiran Singapura yang beribu asal Yogyakarta. Sore itu di tengah hujan rintik rintik, Tony yang baru masuk Islam beberapa bulan lalu bertekad untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=92&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-2381" class="post" style="text-align:justify;">
<h1><a title="Permanent Link to Nun di London, Mereka Memilih Islam" rel="bookmark" href="http://mitrafm.com/blog/2008/09/23/nun-di-london-mereka-memilih-islam/">Nun di London, Mereka Memilih Islam</a></h1>
<p><strong>London </strong>- Dalam ruang tamu rumah teras di London Utara, Islington dengan terbata-bata Tony, pria Inggeris belajar mengaji dengan metode Iqro dibimbing Muhammad Hilaal Abubakar, pria kelahiran Singapura yang beribu asal Yogyakarta. Sore itu di tengah hujan rintik rintik, Tony yang baru masuk Islam beberapa bulan lalu bertekad untuk belajar dan mengetahui lebih banyak mengenai Islam.</p>
<div class="entry">Sejak kejadian pemboman di kota London, 7 Juli 2005, dan juga gencarnya media massa memojokan Muslim dan Islam tidak menyurut keinginan masyarakat Inggeris dan lainnya mencari tahu mengenai agama yang dianggap agama jahat dan teroris. Di ruang tamu yang tidak terlalu luas itu, selain Tony dan Gaffar asal Inggris juga ada Ciraan dan Cullan, keduanya dari Irlandia, dan wanita semampai Aisya dari Ceko yang baru tamat belajar Iqra, buku kecil metode belajar Al Qur’an yang diterbitkan di Indonesia.</p>
<p>Buku Iqro yang biasa digunakan mereka yang baru belajar membaca Al Qur’an di tanah air itu digunakan Hilaal untuk mengenal dan membaca ayat ayat suci Al Qu’ran. Ahli hukum yang mendirikan komunitas pengajian yang “Step to Allah” itu khusus ditujukan bagi kaum muallaf yang multinatioanal dan warna itu untuk belajar dasar-dasar rukun agama Islam serta fondasi dengan Tauhid dan Aqidah.</p>
<p>Banyak pria lainnya seperti Lukman, pria Inggeris asal Lagos, dan James yang kini menjadi Jamal mengikuti pengajian setiap dua mingguan di ruang tamu rumah Hilaal yang bermula dari acara minum kopi kelompok Laywers muda di perusahaan Advokasi di kawasan Euston, London. Mereka adalah Mohammad Hilaal, Simon, Farhana, Yunus dan lainnya sering berkumpul untuk makan bersama atau sekedar minum kopi yang akhirnya membentuk kelompok pengajian.</p>
<p>Acara minum kopi memberikan inspirasi bagi Hilaal untuk membuat suatu pengajian kecil-kecilan yang kini berkembang dan bahkan mereka juga melakukan umroh bersama. Pengajian yang dimulai ba`da Asyar, Hilaal yang sebelumnya tidak pernah belajar bagaimana berdakwah memberikan ceramah mengenai Islam dan melakukan shalat bersama dan diakhiri makan malam.</p>
<p>Meskipun ia bukan seorang pendakwah, Hilaal yang merupakan seorang ahli hukum yang dulunya adalah seorang dokter gigi dengan mahirnya menyampaikan ajaran Muhammad kepada muallaf Inggris. Berkumpul bersama sambil mempelajari Islam dan yang telah melahirkan rasa persaudaraandan keakraban di antara mereka.</p>
<p>Dari Hukum ke Agama<br />
Tidak pernah terfikir dibenak Hilaal di saat ia harus menterjemahkan bahasa agama dalam bahasa Inggris dari bahasa Melayu.Menurutnya cukup pening mempelajari bahasa-bahasa hukum yang tengah ia geluti saat itu. Karenanya, tak pernah terlintas bahwa ia akan berhadapan dengan orang-orang atau teman-temannya yang bertanya dan minat tentang agama Islam.</p>
<p>Hilaal, seperti kebanyakan kaum muda yang hari-harinya sibuk bekerja membina karir, rasa-rasanya tak mungkin melakukan kegiatan ekstra di akhir pekan sampai pada suatu hari ia dituntut oleh suatu keadaan. Simon teman seprofesi sering main ke rumah begitu tertarik tentang Islam. Buku-buku, leaflet, literature tentang Islam yang bertumpuk dirak buku atau meja kecil di ruang tamu itu menarik bagi Simon.</p>
<p>Konon Simon, pada saat itu tidak memiliki agama apapun, ia meminta izin pada Hilaal untuk membawa pulang beberapa literatur agama Islam dan ia juga banyak bertanya karena begitu minatnya dengan Islam.Hal ini membuat Hilaal terpaksa belajar istilah agama Islam dalam bahasa Inggris, yang membuatnya tertantang.</p>
<p>Selang beberapa pekan Simon begitu yakin dengan agama Islam, lalu ia meminta Hilaal untuk menemani dan mengantarnya untuk bersyahadat, pergilah mereka ke masjid besar Regent Park Mosque, di Park Road, London. Usai bersyahadat Imam masjid menyarankan untuk bergabung dengan “Islamic Circle” mendengarkan ceramah yang berlangsung setiap hari Sabtu diselenggarakan di mesjid raya London itu.</p>
<p>Hilaal pun merasa bertanggung jawab mendampingi Simon yang berganti nama menjadi Syaiful. Ia mengajarinya bagaimana berwudhu, shalat, melafazkan surat-surat pendek saat shalat serta doa-doa yang mudah. Di masjid, Hilaal banyak bertemu dengan para muallaf baik yang muda, setengah baya dan ia merasa banyak teman dan terasa bersaudaraan yang mendalam di antara mereka.</p>
<p>Seringnya mereka berteman dengan kelompok yang berjumlah enam orang ini, sambil berdiskusi dan belajar agama terbesitlah untuk membentuk sebuah peguyuban, “circle” atau pengajian untuk belajar agama. Di kelompok itu tidak semua muallaf, bahkan ada yang lahir Muslim, namun tidak mempraktikkan shalat dan puasa dengan ikut pengajian mereka mulai shalat dan belajar agama Islam.</p>
<p>Datanglah James, Jason, Peter, Gavin, Stewart dan sebagainya yang kini namanya berubah. Jamal adalah nama yang paling banyak disukai muallaf Inggris yang kebanyakan berasal dari James. Kelompok yang berjumlah enam orang membengkak dan kian membesar hingga mencapai 25-30 orang.</p>
<p>Akhirnya terbentuklah pengajian kecil yang diselenggarakan setiap hari Ahad atau Minggu yang juga kunjungan rutin ke masjid setiap hari Sabtu untuk mendengar ceramah dari para ustadz yang yang datang dari berbagai bangsa dan banyak memilki ilmu agama.Menurut Nizma Agustjik yang dari awal pembentukan pengajian ikut membantu penuh mengatakan tadinya mereka tidak berminat untuk diberi nama untuk kelompok pengajian.</p>
<p><strong>Umroh Bersama </strong><br />
Mereka juga sepakat untuk memberi nama kelompok pengajian dengan nama “Langkah Menuju Allah” atau “Steps to Allah” dan sekaligus mereka mendirikan mailing list terbentuk di pekan ketiga Mei 2006. Saat ini menurut Nizma, “Steps to Allah” akan mencapai tiga tahun pada bulan Desember tahun ini dan anggotanya berjumlah 79 walaupun tidak selau datang semua. “Saya tidak perlu kuantitas, jamaah yang banyak, namun kualitas adalah yang saya tekankan,” ujar Hilaal.</p>
<p>Keseharian Hilaal yang penuh dedikasi terhadap kegiatan dakwahnya yang cukup unik. Dia selalu berada di masjid usai bekerja untuk shalat maghrib lalu dilanjutkan mengajar Iqro dari buku Iqro Indonesia pada teman-teman muallaf hingga beberapa muridnya telah tamat dan bisa membaca Juz`ama. Ramadhan tahun lalu Hilaal memimpin rombongan kecil sejumlah 12 orang untuk melakukan umrah pada 10 hari terakhir dan dirasakan bagaimana indahnya melakukan umrah bersama mereka.</p>
<p>Mereka begitu bersemangat melakukan ibadah dan berupaya berada di garis terdepan pada saat shalat, baik di Masjid Nabawi atau di Masjidil Haram, Mekkah. Yang lebih uniknya lagi di antara mereka ada yang baru pertama kali melakukan ibadah puasa.Rombongan ini terdiri dari empat orang Inggeris, dua asal Filipina dan masing masing seorang dari Afrika, Malaysia dan Indonesia serta Bangladesh.</p>
<p class="postinfo">Pada bulan Ramadhan tahun ini merupakan penyelenggaraan umroh kedua yang berjumlah 14 orang yang dipimpinnya yang juga dilakukan pada sepuluh hari terakhir, di antaranya Miya, wanita Indonesia dengan sang suami muallaf, Amin asal Belgia.<strong>(*ant/rzq/www.mitrafm.com) </strong>By <a title="Posts by eko" href="http://mitrafm.com/blog/author/eko/">eko</a> on Sep 23, 2008 in <a title="View all posts in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM" rel="category tag" href="http://mitrafm.com/blog/category/mitra-up-date/">MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM</a></p>
<p><strong></strong></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=92&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/09/26/terobos-bachingham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hamba dan Pencipta (2)</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/09/14/hamba-dan-pencipta-2/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/09/14/hamba-dan-pencipta-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 08:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[Hamba]]></category>
		<category><![CDATA[Pencipta]]></category>
		<category><![CDATA[Pengakuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang, marilah kita tanya diri sendiri apakah kita adalah hamba Allah? Kita memang berhak mengatakan bahwa kita adalah hamba Allah. Pertanyaan yang harus kita ajukan lagi adalah, “Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?” Contoh sederhana, kita bisa saja mengatakan bahwa kita adalah keluarga Presiden. Namun, apakah Presiden mengakui bahwa kita adalah keluarganya? Seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=87&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:130%;font-family:times new roman;">Sekarang, marilah kita tanya diri sendiri apakah kita adalah hamba Allah? Kita memang berhak mengatakan bahwa kita adalah hamba Allah. Pertanyaan yang harus kita ajukan lagi adalah, “Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?” Contoh sederhana, kita bisa saja mengatakan bahwa kita adalah keluarga Presiden. Namun, apakah Presiden mengakui bahwa kita adalah keluarganya? Seorang penyair mengatakan:</span></div>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:180%;">كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلاً بِِلَيْلَى * وَلَيْلَى لاَ تُقِرُّ لََهُمْ بِذَاكَا</span></div>
<div style="text-align:justify;">Semua orang mengaku punya hubungan dengan si jelita Laila<br />
Namun Laila tidak mengakui ucapan mereka</div>
<p style="text-align:justify;">Lalu, siapakah hamba Allah itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Hamba Allah adalah hamba yang senantiasa mengabdikan diri pada Tuannya.</p>
<div style="text-align:justify;">Hamba Allah adalah hamba yang selalu merasakan kehadiran Penciptanya di mana pun dia berada.</div>
<div style="text-align:justify;">Hamba Allah adalah hamba yang dengan setia melayani Pemiliknya dengan hati yang ridha.</p>
<p>Bagi hamba Allah, apa pun yang terjadi, hakikatnya adalah antara dirinya dengan Sang Empunya. Apa saja perlakuan orang lain, bagi hamba Allah, itu adalah pemberian yang indah dari Sang Penguasa. Dengan demikian tidak perlu sakit hati, marah atau dendam pada sesama, karena bagi dia semua itu antara dia dengan Allah. Orang lain dan semua yang ada hanyalah hiasan semata, untuk menguji apakah dirinya tetap berorientasi pada tujuannya atau tidak.</p></div>
<div style="text-align:justify;">Bagi hamba Allah, hidup ini ibarat sebuah perjalanan untuk menuju tujuan yang mulia, pertemuan yang indah dengan Sang Pemilik Kehidupan. Apa pun yang ditemui di tengah jalan adalah kembang perjalanan, keindahan sementara, fatamorgana dan maya—bukanlah hakikat perjalanan itu sendiri.</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi hamba Allah, cakrawala boleh melengkung ke bawah, tapi bibir hamba Allah akan tetap melengkung ke atas, menyungging sebuah senyuman <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi hamba Allah, hanya kepada-Nya ia menyembah dan hanya kepada-Nyalah memohon pertolongan.</div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:180%;">إِيَّاكَ نَعْـبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْـتَعِيْنُ </span></div>
<div style="text-align:justify;"><em>Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.</em> <strong>(QS al-Fâti<span style="text-decoration:underline;">h</span>ah [1] : 5)</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Di ayat tersebut, lafazh <em>iyyâka</em> (hanya kepada Engkau) sebagai kata yang mengandung makna penentu, bukan lafazh <em>na‘budu</em> (kami menyembah pada-Mu).</div>
<div style="text-align:justify;"><em>Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan</em> adalah perjanjian sakral yang diikrarkan oleh seorang muslim di setiap rakaat shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Dengannya, jiwa selalu terpaut dengan perjanjian agung itu. Demi janji itu manusia diciptakan, para rasul diutus, kitab-kitab suci diturunkan, surga dan neraka diciptakan, jalan menuju surga <em>(ash-shirâth)</em> dibentangkan, neraca amal perbuatan ditegakkan, para makhluk dibangkitkan dari kubur, amal perbuatan diperhitungkan, catatan amal diperlihatkan dan para saksi dihadirkan.</div>
<div style="text-align:justify;"><em>Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan</em> adalah kebahagiaan yang kekal dan keselamatan abadi. Dengannya, kebenaran dan kemenangan terwujud, segala persoalan menjadi mudah, dan kejahatan terhindarkan. Tiada seorang pun mendapat ridha, rahmat, pengampunan, pertolongan, hidayah dan kekuatan dari Allah kecuali dengan <em>“iyyâka na‘budu wa-iyyâka nasta‘în”</em>. Anugerah tak dapat diraih, nestapa tak dapat ditolak, kerusakan tak dapat dihindarkan, bencana dan fitnah tak dapat dicegah, kecuali dengan <em>“iyyâka na‘budu wa-iyyâka nasta‘în”</em>.</div>
<div style="text-align:justify;"><em>Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan</em> adalah kalimat yang akan menjadi pemelihara orang yang merealisasikan makna yang terkandung di dalamnya dari ketergelinciran, kebingungan, kesia-siaan beragama, kehampaan pemikiran, kesesatan pengetahuan, kedunguan moral dan kemerosotan pribadi.</div>
<div style="text-align:justify;">Dalam kalimat <em>“iyyâka na‘budu wa-iyyâka nasta‘în”</em> tersimpan pemeliharaan dan pertolongan Ilahi, serta perwalian iman dan berkah Al-Qur’an. Berkat kalimat ini, seorang muslim menjadi orang yang berpribadi kuat, berhati terang, berjiwa <em>muthmainnah</em>, berdada lapang dan berpikiran cerah. Ini semua karena ia telah menjalin hubungan langsung dengan Allah, masuk ke dalam nasab ubudiyah, mengenakan mahkota penghambaan kepada Yang Maha Esa, tempat bergantung semua makhluk.</div>
<div style="text-align:justify;">Dengan kalimat <em>“iyyâka na‘budu wa-iyyâka nasta‘în”</em>, jiwa manusia dibersihkan dari kehampaan, hati disucikan dari kemunafikan, amal perbuatan dari riya’, lisan dari ucapan dusta, mata dari pemandangan yang dilarang, dan dari tindakan sewenang-wenang</div>
<div style="text-align:justify;">Bila kita mengaku beriman dan ingin diakui sebagai hamba oleh Allah, maka kita harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan.</div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:180%;">أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَنْ يُتْرَكُـۤوْا أَنْ يَقُوْلُوْا ءَامَـنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَـنُوْنَ<br />
</span></div>
<div style="text-align:justify;"><em>Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? </em><strong>(QS al-‘Ankabût [29] : 2)</strong></div>
<div style="text-align:justify;"><em>Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.</em> <strong>(QS al-‘Ankabût [29] : 3)</strong></div>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
</em></div>
<div style="text-align:justify;"><em>S</em><em>iapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.</em> <strong>(QS al-‘Ankabût [29] : 5)</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Rasulullah Muhammad saw. bersabda :</div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:180%;">إِذَا سَـبَقَتْ ِللْعَبْدِ مِنَ اللهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا ِبعَمَلِهِ ابْتَلاَهُ اللهُ فِيْ جَسَدِهِ أَوْ فِيْ مَالِهِ أَوْ فِيْ وَلَدِهِ، ثُمَّ صَبَرَهُ حَتَّى يُبَلِّغُهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِيْ سَـبَقَتْ لَهُ مِنْهُ<br />
</span></div>
<div style="text-align:justify;"><em><strong><br />
</strong></em></div>
<div style="text-align:justify;"><em>Jika telah ditetapkan bagi seorang hamba suatu kedudukan yang tidak dapat dicapai dengan amalnya, maka Allah menimpakan cobaan terhadap diri, kekayaan atau anaknya, kemudian Dia menjadikannya bersabar dalam menghadapinya sehingga dia pun mencapai kedudukan yang telah ditetapkan kepadanya.</em> <strong>(HR Ahmad)</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Ada banyak ragam ujian yang bisa diberikan oleh Allah kepada para hamba-Nya. Berikut ini penulis ilustrasikan salah satu jenis ujian sebagai gambaran. Intinya, untuk mengetahui apakah kita lulus dalam ujian itu atau tidak, apakah kita benar-benar menghamba kepada Beliau Yang Memiliki kita atau tidak, apakah dalam hidup ini yang ada hanya kita dengan Allah atau masih ada yang lain, yang tersangkut di dalam hati.</div>
<div style="text-align:justify;">Namun, kita tidak perlu bersedih hati. Seumpama ujian, ada yang lulus dengan nilai cukup, baik atau sempurna. Memang, kesempurnaan hanyalah milik Allah, namun nilai sempurna yang dimaksud di sini adalah nilai 100 untuk sebuah ujian. Yang belum lulus pun, ada bertingkat-tingkat. Ibarat sebuah penilaian, ada yang mendapat A (sempurna), B (baik), C (cukup), D (kurang), E (gagal), dan F (tidak ikut, mangkir atau menghindari ujian).</div>
<div style="text-align:justify;">Akan datang sebuah masalah sebagai ujian bagi kita. Akan terlihat apakah kita menempuh cara-cara yang diridhai-Nya atau tidak. Jika bisa menyelesaikan masalah pertama ini karena ilmu dan pengalaman kita, maka akan datang permasalahan kedua. Di ujian kedua, ilmu dan pengalaman kita tidak akan berarti, tidak bisa diandalkan untuk mengatasinya. Mungkin kita bisa lolos dari ujian kali ini dengan harta kita. Dengan harta kita, kita bisa membeli dan membelanjakannya untuk menyelesaikan tingkat dua dari masalah yang kita hadapi.</div>
<div style="text-align:justify;">Karena kita sudah naik tingkat, maka akan ada ujian ketiga. Di kasus yang menimpa kali ini, ilmu, pengalaman dan harta kita tidak akan banyak membantu. Semuanya terlihat rumit, serumit kalau kita sedang terjebak kemacetan lalu lintas. Kondisi jiwa terasa berat, seperti puisi Ibnu Hazm :</div>
<div style="text-align:justify;">Ketika nestapa melanda jiwa<br />
Api membakar hati, air mata meleleh di pipi<br />
Kala lara menderita hati, menyiksa jiwa<br />
Perasaan mungkin bisa sembunyi<br />
Tapi air mata kan mengalir lama<br />
Derasnya aliran air matamu adalah tanda<br />
Kesedihan yang kau rasakan betapa beratnya</div>
<div style="text-align:justify;">Di sini, kita diuji apakah kita tetap menempuh jalan yang baik atau tidak. Karena usaha keras kita, mungkin ada teman lama, sahabat, saudara, kerabat jauh, relasi, konsultan atau jaringan kita yang lain yang membantu menyelesaikannya. Dan, selesailah ujian tahap ketiga ini.</div>
<div style="text-align:justify;">Kita sudah naik kelas. Di tahap ini, kita akan menerima persoalan yang jauh di atas sebelumnya. Ilmu, pengalaman, harta, teman, sahabat, saudara, relasi, konsultan dan semuanya tak banyak artinya. Kita seolah menemui jalan yang benar-benar buntu, tak terlihat oleh kita sedikit pun celah untuk dapat melaluinya. Semua usaha sepertinya sudah kita lakukan, semua doa rasanya sudah kita panjatkan. Namun hasilnya, tak seperti yang kita harapkan. Pada kondisi inilah kita sungguh diuji, apakah kita hamba Allah atau bukan.</div>
<div style="text-align:justify;">Kalau kita memang hamba Allah, kita akan bersimpuh di hadapan-Nya, mengakui kehambaan kita. Kita nyatakan pada-Nya bahwa kita adalah milik-Nya. Tak satu pun ilmu, harta atau keluarga adalah milik kita. Bahkan nyawa kita pun milik-Nya. Semua milik-Nya semata. Tiada daya dan upaya selain dari Allah Yang Maha Agung <em>(Al-‘Azhîm)</em>.</div>
<div style="text-align:justify;">Kita adalah orang fakir di hadapan-Nya, tak memiliki apa-apa selain pemberian-Nya. Kita akan ridha dan bahagia terhadap apa pun yang diberikan-Nya pada kita. Tak ada lagi yang membuat hati kita sedih, karena hati kita sudah terisi akan cinta kepada-Nya. Cinta yang agung, tulus, dan indah. Apa pun yang ditakdirkan untuk kita, itu adalah hadiah dari Dzat yang kita cintai sepenuh hati. Tak akan ada lagi penderitaan yang bisa membuat kita galau dan resah.</div>
<div style="text-align:justify;">Syaikh Ibnu Athaillah memberi nasihat kepada kita, “Nyatakan dengan sungguh-sungguh sifat-sifat kekuranganmu, pasti Allah akan memberimu pertolongan dengan kemuliaan sifat-sifat-Nya. Akuilah kehinaanmu di hadapan Allah, pasti Allah akan menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Akuilah semua kelemahanmu di hadapan Allah, pasti Allah akan menolongmu dengan keagungan, kemampuan dan kekuatan-Nya.”</div>
<div style="text-align:justify;">Melanjutkan nasihatnya, Ibnu Athaillah berkata, “Tidak ada yang dapat menyegerakan suatu permohonan kecuali keadaan yang amat sulit. Tiada satu pun yang dapat mempercepat datangnya karunia dari Allah kecuali dalam keadaan merendahkan diri dan dalam keadaan fakir.”</div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:180%;">وَإِلىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ<br />
</span></div>
<div style="text-align:justify;"><em>dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.</em> <strong>(QS al-Insyirâ<span style="text-decoration:underline;">h</span> [94] : <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </strong></div>
<div style="text-align:justify;">Harapan-harapan besar tiada dimiliki kecuali oleh Allah semata. Di tangan-Nyalah terletak kunci segala persoalan. Beliau-lah yang berhak untuk dipinta, diharap dan dituju. Hanya kepada-Nya kita persembahkan asa, harapan dan rasa takut. Hanya kepada-Nya kita mengangkat kedua tangan, berdoa dengan sepenuh hati, penuh iba dan tetesan air mata.</div>
<div style="text-align:justify;">Kalau itu yang kita lakukan—kita tetap pada kehambaan kita—maka akan ada jalan keluar bagi tiap kesulitan. Bukankah sudah ada dua kali jaminan, bahwa setelah kesulitan ada kemudahan? Itu berarti, satu kesulitan akan diapit oleh dua kemudahan, dan itu juga berarti bahwa bersama satu kesulitan terdapat dua jalan kemudahan yang berbeda.</div>
<div style="text-align:justify;">Ketika malam sudah semakin kelam<br />
Itu pertanda sang fajar akan merekah<br />
Tatkala tali-temali yang mengikat tubuh kita semakin meregang kencang<br />
Itu artinya tali-tali itu akan segera putus<br />
Saat awan sudah semakin gelap<br />
Itu tandanya hujan akan turun dan pelangi akan menghiasi angkasa<br />
(karya ‘Aidh al-Qarni)</div>
<div style="text-align:justify;">Abu Ali ibn Asy-Syibl berpesan, “Dengan menjaga nafsu, akan ada di dalamnya seperti bara api yang tetap dinyalakan di dalam mangkuk. Maka jangan kau padamkan dia dengan putus asa, dan jangan pula kau ulur dengan angan yang memanjang. Berjanjilah kepadanya bahwa dalam kesulitan itu ada kemudahan, dan ingatkan pula bahwa kesulitan itu berada dalam kemudahan. Dihitung kebaikannya ini dan itu, dan dengan menggabungkan semuanya akan berguna sebagai obat mujarab.”</div>
<div style="text-align:justify;">Ketika Nabi Musa as. beserta kaumnya sudah tak tahu lagi apa yang harus dilakukan; di depan terhampar lautan luas membentang siap menenggelamkan, di belakang ada tentara Fir‘aun mengejar menghunus senjata siap membunuh—tatkala jalan sudah buntu—turunlah pertolongan Allah, “Musa, pukullah lautan itu!” Laut pun terbelah, tersibak bak sebuah buku raksasa yang sedang terbuka. Nabi Musa dan pengikutnya pun selamat atas pertolongan Allah.</div>
<div style="text-align:justify;"><em>Maka Fir‘aun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka di waktu matahari terbit. </em></div>
<p style="text-align:justify;"><em></em></p>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita telah benar-benar akan tersusul.”</em></div>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
Musa menjawab, “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” </em></div>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. </em></div>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. </em></div>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.</em></div>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. </em></div>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat), tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman. </em></div>
<div style="text-align:justify;"><em><br />
Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.</em><br />
(QS asy-Syu‘arâ’ [26] : 60-68)</div>
<div style="text-align:justify;">Mengakui dengan tulus kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya kepada para hamba-Nya, Ibnu Hazm al-Andalusi mengungkapkan :</div>
<div style="text-align:justify;">Duhai, semua itu kembali kepada-Nya<br />
Semua adalah milik-Nya dan tunduk kepada-Nya<br />
Dia tunjukkan bukti-bukti kekuasaan-Nya<br />
Lewat para nabi dan rasul utusan-Nya<br />
Lihatlah kekuasaan-kekuasaan-Nya</p>
<p>Di tangan Nabi Shaleh yang mulia<br />
Dari batu muncul seekor unta betina<br />
Mereka lihat wujudnya dan dengar suaranya<br />
Di tangan Nabi Musa yang mulia<br />
Laut terbelah dengan sangat mudahnya<br />
Menjadi jalan keselamatan menuju seberang sana</p>
<p>Ibrahim kekasih-Nya selamat dari api yang membara<br />
Api yang merah panas menyala, dirasanya dingin saja<br />
Nabi Nuh dan seluruh pengikut setianya<br />
Selamat dari amukan bandang dan topan luar biasa<br />
Kepada Sulaiman, Dia tundukkan jin dan manusia<br />
Semua orang dan binatang tunduk dalam kerajaannya<br />
Semua bahasa ia bisa, bahasa burung pun dikuasainya</p></div>
<div style="text-align:justify;">Pada saat orang-orang yang beriman dan rasul-Nya sudah tidak mengerti apa yang harus diperbuat; harta, saudara, ilmu dan pengalaman mereka sudah tidak bisa diandalkan; mereka merintih, meratap, menangis dan berdoa, “<em>matâ nashrullâh</em> (Bilakah datangnya pertolongan Allah)?” Saat itulah jawaban disampaikan, <em>alâ inna nashrallâhi qarîb</em> (Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat).”</div>
<div style="text-align:justify;"><em>Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.</em> <strong>(QS al-Baqarah [2] : 214)<br />
</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Bagi orang-orang yang benar-benar mengakui kehambaannya di sisi Allah, tidak akan ada ketakukan dan kesedihan, walaupun maut di depan mata. Malaikat akan menghibur mereka, surga pun sudah disiapkan, para bidadari sedang berbaris bersiap menyambut kedatangan hamba Allah dengan senyum indahnya, senyuman yang menyejukkan hati, teduh memandikan jiwa yang sepi.</div>
<div style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”</em><br />
(QS Fushshilat [41] : 30)</div>
<div style="text-align:justify;">Mungkin kita akan bertanya, “Logikanya bagaimana? Kok bisa orang yang mengakui kehambaannya kepada Allah tidak akan merasakan kesedihan walaupun penderitaan sedang dialaminya? Ah, itu semua kan dogma dan sepertinya tidak masuk akal!”</div>
<div style="text-align:justify;">
<p>Baiklah, mari kita bicara logika, karena akal memang diciptakan untuk menguatkan iman agar tertanam kuat di dalam hati kita—seperti pondasi rumah yang sangat kokoh.</p></div>
<div style="text-align:justify;">Jika seseorang sudah mengakui bahwa dia adalah hamba dan Allah adalah Tuhannya, maka dia akan sadar bahwa dirinya fakir (gelandangan), tidak punya apa-apa, sebagaimana keadaannya waktu bayi.</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi seorang gelandangan, tidak ada yang disebut kehilangan, karena memang dia tidak memiliki apa pun.</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi seorang gelandangan, tidaklah merisaukan hati dan membebani pikiran, meskipun harus melewati panasnya jalan, gunungan sampah dan lautan lumpur.</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi seorang gelandangan, kemiskinan adalah baju kehidupan, sedangkan kekurangan adalah selimut dunia.</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi seorang gelandangan, tidak disebut penderitaan walaupun harus memungut sisa makanan yang dibuang di pinggir jalan.</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi seorang gelandangan, kelaparan adalah pembersihan tubuh dari sumber penyakit, dan kehausan adalah rasa yang disyaratkan untuk menikmati segarnya setetes embun dan seteguk air.</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi seorang gelandangan, itu semua sudah seperti udara yang dia hirup, sudah kebiasaan sehari-hari.</div>
<div style="text-align:justify;">Istilah ilmiah sekarang, EQ <em>(Emotional Quotient)</em> atau disebut juga EI <em>(Emotional Intelligence)</em> dan SQ <em>(Spiritual Quotient)</em> seorang hamba Allah sudah mencapai tingkat tertinggi (mumpuni).</div>
<div style="text-align:justify;">Kebanggan menjadi hamba Allah diungkapkan oleh seorang penyair dalam bait syairnya :</div>
<div style="text-align:justify;">Yang menjadi kemuliaan dan kebanggaanku<br />
Dan yang membuat kakiku menginjak bintang kejora<br />
Adalah sebab aku termasuk dalam panggilan-Mu, “Wahai Hamba-Ku”<br />
Dan Engkau menjadikan Muhammad sebagai Nabiku</div>
<div style="text-align:justify;"><strong></strong></div>
<div style="text-align:justify;">
<p><strong>Daftar Pustaka :</strong></div>
<ul style="text-align:justify;">
<li>
<div>Abul Qasim Abdul Karim Hawazin al-Qusyairi an-Naisaburi, asy-Syaikh, “Risalah Qusyairiyah Sumber Kajian Ilmu Tasawuf <em>(Ar-Risâlah al-Qusyairiyyah fî ‘Ilmi at-Tashawwuf)</em>”, Pustaka Amani, Cetakan I : September 1998/Jumadil Ula 1419</div>
</li>
<li>
<div>‘Aidh al-Qarni, Dr, “Lâ Ta<span style="text-decoration:underline;">h</span>zan – Jangan Bersedih”, Qisthi Press, Cetakan Ketiga puluh enam : Januari 2007</div>
</li>
<li>
<div>‘Aidh al-Qarni, Dr, “Nikmatnya Hidangan Al-Qur’an <em>(‘Alâ Mâidati Al-Qur’an)</em>”, Maghfirah Pustaka, Cetakan Kedua : Januari 2006</div>
</li>
<li>
<div>Ibnu Hazm al-Andalusi, asy-Syaikh, “Di Bawah Naungan Cinta <em>(Thawqul <span style="text-decoration:underline;">H</span>amâmah)</em> – Bagaimana Membangun Puja Puji Cinta Untuk Mengukuhkan Jiwa”, Penerbit Republika, Cetakan V : Maret 2007</div>
</li>
<li>
<div>Sa‘id Hawwa, asy-Syaikh, “Kajian Lengkap Penyucian Jiwa “Tazkiyatun Nafs” <em>(Al-Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus)</em> – Intisari Ihya ‘Ulumuddin”, Pena Pundi Aksara, Cetakan IV : November 2006</div>
</li>
<li>
<div>Djamal’uddin Ahmad Al Buny, “Mutu Manikam dari Kitab Al-Hikam (karya Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim Ibnu Athaillah)”, Mutiara Ilmu Surabaya, Cetakan ketiga : 2000</div>
</li>
<li>
<div>Muhammad bin Ibrahim Ibnu ‘Ibad, asy-Syaikh, <em>“Syara<span style="text-decoration:underline;">h</span> al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>ikam”</em></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suraw.wordpress.com/87/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suraw.wordpress.com/87/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=87&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/09/14/hamba-dan-pencipta-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hamba dan Pencipta, Pencipta dan Hamba</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/09/14/hamba-dan-pencipta-pencipta-dan-hamba/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/09/14/hamba-dan-pencipta-pencipta-dan-hamba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 08:04:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[Hamba]]></category>
		<category><![CDATA[Pencipta]]></category>
		<category><![CDATA[Pengakuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Dalam banyak kesempatan, kita menyatakan diri sebagai hamba Allah. Dulu, jika orang mau menyumbang tapi tak ingin diketahui namanya, ditulis dengan NN (No Name). Saat ini, kita menggantinya dengan “hamba Allah”. Tujuan awalnya memang untuk menghindari riya’. Tapi, perkataan seperti itu bisa membuat diri kita pamer kepada orang lain bahwa kita ini orang shaleh. Kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=85&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:130%;font-family:times new roman;">Dalam banyak kesempatan, kita menyatakan diri sebagai hamba Allah. Dulu, jika orang mau menyumbang tapi tak ingin diketahui namanya, ditulis dengan NN <em>(No Name)</em>. Saat ini, kita menggantinya dengan “hamba Allah”. Tujuan awalnya memang untuk menghindari riya’. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:130%;font-family:times new roman;">Tapi, perkataan seperti itu bisa membuat diri kita pamer kepada orang lain bahwa kita ini orang shaleh. Kalau kita menyumbang ke suatu badan amal, yayasan atau yang lain, kita bisa tergoda untuk mengatakan dengan sefasih dan semantap mungkin, “Nama saya tidak perlu ditulis. Tulis saja dari hamba Allah.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:130%;font-family:times new roman;">Berdasarkan ilmu tajwid, lafazh “Allah” dibaca <em>tafkhîm</em> (tebal) karena <em>lam Jalâlah</em> didahului <em>fat<span style="text-decoration:underline;">h</span>ah</em>. Kalau memang itu yang kita lakukan—kita mengucapkan lafazh “Allah” semantap mungkin supaya terlihat seperti orang alim—apakah benar kita ini hamba-Nya? Marilah kita lihat apakah kita memang hamba Allah atau bukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Katakanlah kita mempunyai seorang tetangga sekaligus teman, yang dari segi harta dan pekerjaan tidak seberuntung kita. Karena dia teman kita, jika dia minta pertolongan, seketika itu juga kita membantunya. Bahkan kadang kala kita menawarkan diri untuk sedikit meringankan tugas dia, jika dia terlihat tidak bisa menyelesaikannya. Semua itu kita lakukan tanpa pamrih, kita benar-benar mengikhlaskan semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua tahun berlalu dan selama itu pula kita selalu melakukan yang dimintanya. Suatu hari, kendaraan kita sedang bermasalah. Karena buru-buru ingin ke kantor mengingat jam sudah menunjukkan pukul 07.30, kita minta diantarkan dia yang kebetulan sedang mendapat jadwal shift sore (15.00–23.00) di pabriknya. Kala itu dia sedang santai minum kopi hangat sambil membaca koran dan menikmati pisang goreng.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, dia tidak mau mengantarkan kita. Dia malah berkata, “Kamu ini mengganggu orang saja. Tidak lihat apa, aku sedang menikmati sejuknya pagi. Minggu ini kan aku shift sore, jadi aku masih ingin istirahat. Kamu kan punya uang, naik taxi saja!”</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, apakah di dalam hati, kita tidak akan mengingat-ingat pertolongan kita padanya selama ini? Ataukah, kita berkata pada diri sendiri, “Dasar orang tidak tahu membalas budi! Awas, ya… Jangan harap aku akan menolongmu lagi!”</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita masih mengingat kebaikan kita padanya, atau meminta balas budi darinya, apakah pantas kalau kita menyebut diri sebagai hamba Allah? Sedangkan pengertian hamba adalah orang yang melakukan sesuatu semata-mata untuk tuannya, tak ada urusan dengan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis pernah mendengar di sebuah acara radio, ada seseorang mengadukan keadaannya pada nara sumber. Dua tahun sebelumnya, ada pegawai baru di departemennya. Karena ingin berbuat baik, maka pegawai baru ini dibimbing, diberi arahan dan selalu dibantu. Memang dasarnya anak cerdas, pegawai baru tersebut naik pangkat dengan cepat. Masalahnya, sekarang ini jadi saingan, bahkan tega menjatuhkan sang mentor (penelpon) yang telah membimbingnya. Pegawai baru itu sekarang jadi musuh si penelpon. Si penelpon merasa sakit hati karena dulu dialah yang menolong. ‘Aidh al-Qarni menggambarkan peristiwa seperti ini dalam bait syairnya :</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi sifat ini kadang kala justru terbalik, sahabat dijadikan musuh!<br />
Aku ajari dia memanah setiap hari<br />
Ketika lengannya menjadi kuat, ia malah memukulku<br />
Betapa banyak aku ajarkan padanya bait-bait syair<br />
Ketika ia mampu membuat syair, ia menyerangku</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kalau kita berada di posisi si penelpon, apakah kita juga sakit hati? Kalau benar kita sakit hati karenanya, berarti kita tidak ikhlas menolongnya. Dalam hati, sebenarnya kita berharap agar suatu saat pegawai baru itu menolong kita. Apakah pantas kalau kita menolong orang lain, lalu kita berharap suatu saat dia juga membantu kita, kemudian dengan keyakinan penuh kita mengatakan bahwa kita hamba Allah?</p>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:130%;font-family:times new roman;"><em>Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur&#8217;an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.<br />
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).</em><br />
<strong>(QS az-Zumar [39] : 2-3)</strong></span></div>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;"><em>Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.</em><br />
<strong>(QS al-Bayyinah [98] : 5)</strong></div>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.<br />
Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.<br />
</em><strong>(QS al-Insân [76] : 9-10)</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Rasulullah saw. bersabda :</div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:180%;">ثَلاَثٌ لاَيَغُلُّ عَلَيْهِمْ قَلْبُ مُسْلِمٍ : إِخْلاَصُ الْعَمَلِ ِللهِ تَعَالَى، وَمُنَاصَحَةُ وُلاَةِ اْلأُمُوْرِ، وَلُزُوْمُ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ<br />
</span></div>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;"><em>Tiga perkara yang tidak bisa dikhianati hati seorang muslim, yaitu keikhlasan amal karena Allah SWT, saling menasihati dalam penguasaan masalah dan tetapnya jamaah umat Islam.</em> <strong>(HR Ahmad)</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Semua benda berpotensi dapat ternoda oleh benda lainnya. Jika benda itu bersih serta terhindar dari kotoran dan noda, maka disebut dengan <em>khâlish</em> (benda yang bersih) dan pekerjaan untuk membersihkannya disebut ikhlâshan. Bersihnya <em>(khulush)</em> susu dari hewan ternak adalah apabila tidak dicampuri oleh darah, kotoran atau sesuatu yang dapat mencampurinya.</div>
<div style="text-align:justify;">Ikhlas adalah penjernihan perbuatan dari campuran semua makhluk atau pemeliharaan sikap dari pengaruh-pengaruh pribadi. Ikhlas adalah ruh amal, dan amal menunjukkan tegaknya iman.</div>
<div style="text-align:justify;">Syaikh Ibnu Athaillah menuturkan, “Siapa menyembah Allah karena mengharapkan sesuatu yang lain, atau karena menolak bahaya yang akan menimpa dirinya, maka ia belum menunaikan tugasnya terhadap Allah sesuai dengan sifat-sifat yang dimiliki-Nya. Ada beraneka ragam jenis amal menurut situasi dan kondisi yang masuk ke dalam hati manusia. Kerangkanya adalah perbuatan yang jelas, sedangkan ruhnya adalah ikhlas.”</div>
<div style="text-align:justify;">Imam Al-Qusyairi menasihatkan, “Ikhlas adalah penunggalan (peng-Esa-an) <em>Al-Haqq</em> dalam mengarahkan semua orientasi ketaatan. Ketaatan harus dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata, tanpa yang lain, tanpa dibuat-buat, tanpa ditujukan untuk makhluk, tidak untuk mencari pujian manusia atau makna yang lain selain pendekatan diri pada Allah.”</div>
<div style="text-align:justify;">Dzun Nun al-Mishri menjelaskan, “Ikhlas tidak akan sempurna kecuali dengan kebenaran (shidiq) dan sabar di dalam ikhlas. Shidiq tidak akan sempurna kecuali dengan ikhlas dan terus-menerus di dalam ikhlas.”</div>
<div style="text-align:justify;">Lebih lanjut, al-Mishri menerangkan, “Ada tiga alamat yang menunjukkan keikhlasan seseorang, yaitu ketiadaan perbedaan antara pujian dan celaan, lupa memandang amal perbuatannya, dan lupa menuntut pahala atas amal perbuatannya—bahkan di kampung akhirat nanti.”</div>
<div style="text-align:justify;">Abu Ya‘qub as-Susi membahas ikhlas lebih dalam lagi. Dia berkata, “Kapan saja seseorang masih memandang ikhlas dalam keikhlasannya, maka keikhlasannya membutuhkan keikhlasan.” Artinya, kita tidak boleh memandang amal kita dengan pandangan apa pun. Seringkali kita berkata, “Saya melakukan ini dengan ikhlas, koq.” Perkataan ini menurut Abu Ya‘qub as-Susi bisa dikategorikan belum ikhlas.</div>
<div style="text-align:justify;">‘Aidh al-Qarni berpesan, “Jangan mengharap terima kasih dari seseorang. Tabiat untuk mengingkari, membangkang dan meremehkan suatu kenikmatan adalah penyakit yang lazim menimpa jiwa manusia. Karena itu, Anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari kebaikan yang pernah Anda berikan, juga mencampakkan budi baik yang telah Anda tunjukkan. Lupakan saja bakti yang telah Anda persembahkan. Bahkan, tak usah resah bila mereka sampai memusuhi Anda dengan sangat keji dan membenci Anda sampai mendarah daging, dan semua itu mereka lakukan setelah Anda berbuat baik kepada mereka.”</div>
<div style="text-align:justify;">“Anda tidak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan kepada Anda. Anda juga tak usah kaget bila orang yang Anda beri tongkat untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke kepala Anda. Jangan pernah resah dan gundah ketika ‘tangan putih’ yang Anda ulurkan dibalas dengan tamparan menyakitkan. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, apalagi kepada saya dan Anda.” Demikianlah kata ‘Aidh al-Qarni melanjutkan nasihatnya.</div>
<div style="text-align:justify;"><strong>Daftar Pustaka :</strong></div>
<ul style="text-align:justify;">
<li>
<div>Abul Qasim Abdul Karim Hawazin al-Qusyairi an-Naisaburi, asy-Syaikh, “Risalah Qusyairiyah Sumber Kajian Ilmu Tasawuf <em>(Ar-Risâlah al-Qusyairiyyah fî ‘Ilmi at-Tashawwuf)</em>”, Pustaka Amani, Cetakan I : September 1998/Jumadil Ula 1419</div>
</li>
<li>
<div>‘Aidh al-Qarni, Dr, “Lâ Ta<span style="text-decoration:underline;">h</span>zan – Jangan Bersedih”, Qisthi Press, Cetakan Ketiga puluh enam : Januari 2007</div>
</li>
<li>
<div>Sa‘id Hawwa, asy-Syaikh, “Kajian Lengkap Penyucian Jiwa “Tazkiyatun Nafs” <em>(Al-Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus)</em> – Intisari Ihya ‘Ulumuddin”, Pena Pundi Aksara, Cetakan IV : November 2006</div>
</li>
<li>
<div>Djamal’uddin Ahmad Al Buny, “Mutu Manikam dari Kitab Al-Hikam (karya Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim Ibnu Athaillah)”, Mutiara Ilmu Surabaya, Cetakan ketiga : 2000</div>
</li>
<li>
<div>Muhammad bin Ibrahim Ibnu ‘Ibad, asy-Syaikh, <em>“Syara<span style="text-decoration:underline;">h</span> al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>ikam”</em></div>
</li>
<li>
<div>Muhammad Basori Alwi Murtadho, Kyai, “Pokok-Pokok Ilmu Tajwid”, Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Malang, Cetakan XVII : September 1993</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tlulisan 1 dari 2 tulisan Achmad Faisol di blogspot</p>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;"></ol>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;"></ol>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suraw.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suraw.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=85&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/09/14/hamba-dan-pencipta-pencipta-dan-hamba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baca Iklan, dapat Uang</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/09/04/baca-iklan-dapat-uang/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/09/04/baca-iklan-dapat-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 16:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[Iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Klik Gambar di atas, Lakukan registrasi (sig Up), Ingat username dan password yang digunakan. Kemudian Andaakan mendapatkan URL (alat situs) dengan Nomor Registrasi Anda di belakangnya. Catat alamat tersebut dan berikan ke teman-teman Anda. Setiap mereka melakukan registrasi Anda aan mendaptkan Bonus. Semuanya Grats, coba aja kalo ragu, ga bayar kok….!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=83&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p style="text-align:center;"><a href="http://langkahbaru.com/?r=9937" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://langkahbaru.com/banner2.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Klik Gambar di atas, Lakukan registrasi (sig Up), Ingat username dan password yang digunakan. Kemudian Andaakan mendapatkan URL (alat situs) dengan Nomor Registrasi Anda di belakangnya. Catat alamat tersebut dan berikan ke teman-teman Anda. Setiap mereka melakukan registrasi Anda aan mendaptkan Bonus. Semuanya Grats, coba aja kalo ragu, ga bayar kok….!</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suraw.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suraw.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=83&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/09/04/baca-iklan-dapat-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://langkahbaru.com/banner2.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mutiara Hadist</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/mutiara-hadist/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/mutiara-hadist/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 10:13:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Hadist]]></category>
		<category><![CDATA[fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[istiqomah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Shalat Malam : 9 kemulyaan ( 5 dunia dan 4 akhirat) Siapa yang mengerjakan shalat malam, Tuhan akan memulyakannya dengan 9 kemulyaan (5 di dunia dan 4 di akhirat kelak) : Dia dijaga oleh dari semacam bencana Ketaatannya akan terpancar di wajahnya Dia akan disukai oleh hamba2 Allah yang shaleh dan semua manusia Lidahnya selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=55&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post">
<h3 class="storytitle">Shalat Malam : 9 kemulyaan ( 5 dunia dan 4 akhirat)</h3>
<div class="storycontent">
<p>Siapa yang mengerjakan shalat malam, Tuhan akan memulyakannya dengan 9 kemulyaan (5 di dunia dan 4 di akhirat kelak) :</p>
<ol>
<li>Dia dijaga oleh dari semacam bencana</li>
<li>Ketaatannya akan terpancar di wajahnya</li>
<li>Dia akan disukai oleh hamba2 Allah yang shaleh dan semua manusia</li>
<li>Lidahnya selalu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah</li>
<li>Diaa dijadika orang yang bijaksana dan diberi rezki</li>
</ol>
<ol>
<li>Daia dikeluarkan dari kuburnya dengan wajah putih bersih</li>
<li>Dia dimudahkan hisabnya</li>
<li>Melalui shiratal mustaqiem dengan secepat kilat</li>
<li>Catatan amalnya diberikan dengan tangan kanan</li>
</ol>
<ul>
<li>Shalat 2 rakaat sebelum shubuh, lebih baik dari dunia dan seisinya</li>
<li>Takbir pertama dari setiap shalat lebih baik dari dunia dan seisinya. Seandainya dunia dan isinya kepunyaan kita lalu kita disamakan</li>
<li> Kata Nabi : Sahalat di awal waktu, taubat sebelum ajal.</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="post">
<h3 class="storytitle">Berhujjah dengan 4 orang</h3>
<div class="storycontent">
<p>Allah berhujjah dengan 4 orang untk mengalahkan 4 orang di hari kiamat nanti :</p>
<ol>
<li>Allah berhujjah mengalahkan orang kaya dengan  Nabi Sulaiman. Kata orang kaya : Wahai Tuhanku, aku orang kaya, kekayaanku menyebabkan seringya meninggalkan ibadah kepada engkau. Allah berfirman : Kamu belum lebih kaya dari Nabiku Sulaiman, dengan kekayaannya tidak  menghalanginya untuk beribadah kepadaku</li>
<li>Allah berhujah mengalahkan Para Hamba Sahaya dengan Nabi Yusuf AS. Kata Hamba : Aku adalah hamba sahaya, dengan keadaanku ini aku tidak bisa beribadah kepadamu ya Allah. Allah berfirman : Nabi Yusuf juga seorang hamba, tetapi tidak terhalang dia beribadah kepadaku.</li>
<li>Allah berhujjah mengalahkan orang-orang fakir dengan nabi Isa AS. Kata orang fakir : Wahai Tuhanku, sesungguhnya kebutuhanku untuk hidup tidak mencukupisehingga menghalangiku untuk beribadah kepadamu. Firman Allah : Kamukah atau Nabi Isa yang lebih fakir ?. Sesungguhnya kefakiran Nabi Isa  tidak menghalanginya untuk beribadah kepadaku</li>
<li>Allah mengalahkan orang-orang sakit dengan Nabi Ayyub. Kata orang sakit : Penyakit  yang aku derita telah menghalangiku untuk beribadah kepadamu ya Allah. Allah berfirman : Lebih parah lagi penyakit Nabi Ayyub, tetapi tidak menghalanginya untuk beribadah kepadaku</li>
</ol>
</div>
</div>
<div class="post">
<h3 class="storytitle">Istiqomah</h3>
<div class="storycontent">
<p>Arti istiqomah :</p>
<ol>
<li>Kata Bau Bakar : Istriqomah adalahJangan mempersebutukan Allah dengan sestupun</li>
<li>Kata Umar : Istiqomah adalah hendaklah kamu lurus/benar dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah</li>
<li>Kata Usman bin Affan : Istiqomah adalah  Ikhlas</li>
<li>kata Ali bin Abi Thalib : IstiqomaH adalah menunaikan semua fardhu dan kewajiban</li>
<li>Kata orang-orang yang ahli dalam Istiqomah ada 3 macam</li>
</ol>
<ol>
<li>istiqomah dengan lidah, yaitu selalu membaca syahadat</li>
<li>istiqomah dengan hati keimanan itu selalu kepada kejujuran/kebenaran</li>
<li>istiqomah dengan diri yaitu taat beribadah</li>
</ol>
<blockquote><p>6. Kata ulama, istiqomah itu ada 4 macam :</p></blockquote>
<blockquote>
<ol>
<li>Taat menjalankan perintah</li>
<li>menjaga diri dalam menghadapi larangan</li>
<li>bersyukur dalam menerima nikmat</li>
<li>bersabar guna menghadapi syurga</li>
</ol>
</blockquote>
<blockquote><p>Sempurnanya 4 istiqomah itu dengan 4 pula</p></blockquote>
<blockquote>
<ol>
<li>sempurnanya taat denganikhlas</li>
<li>sempurnanya taat dengan tobat</li>
<li>sempurnya syukur dengan mengetahui kelemahan</li>
<li>sempurnanya sabar dengan penyerahan diri kepada Allah</li>
</ol>
</blockquote>
</div>
</div>
<div class="post">
<h3 class="storytitle">Doa tidak terkabul</h3>
<div class="storycontent">
<p>Kata Ibrahim bin Adham : Doa tidak akan terkabul apabila hati ditutupi olrh 10 perkara :</p>
<ol>
<li>Kamu beriman kepada Allah, akan tetapi kamu tidak memenuhi akan hak-hakNya</li>
<li>Kamu sekalian telah membaca Al Quran tetapi kamu tidak mengerjakan apa-apa yang ditunjukkan alquran tersebut</li>
<li>Kamu sekalian mengaku cinta kepada Rasul Allah, akan tetapi kamu mengu=ingkari sunnahnya</li>
<li>Kamu sekalian mengaku bermusuhan dengan syetan, tetapi kamu taat dan menyetujui perbuatannya</li>
<li>Kamu mengaku akan masuk surga, akan tetapi kamu melalaikan perbutanan untuk masuk surga tersebut</li>
<li>Kamu mengaku selamat dari neraka, akan tetapi kamu menceburkan dirimu ke dalam neraka</li>
<li>Kamu mengetahui bahwa mati itu pasti datang, akan tetapi kamu tidak bersiap untuk mati tersebut</li>
<li>Kamu sekalian sibuk mengurusi cela Saudaramu, akan tetapi kamu tidak mau tahu dengan celamu sendiri</li>
<li>Kamu selalu memohon Rahmat Allah, akan tetapi kamu tidak bersyukur kepadaNya</li>
<li>Kamu sekalian telah mengubur orang yang telah mati, akan tetapi tidak mengambil pengajaran daripadanya.</li>
</ol>
</div>
</div>
<div class="post">
<h3 class="storytitle">Pelihara 7 kalimat</h3>
<div class="storycontent">
<p>Seorang Ahli Fiqih (Abal Laisy) berkata :</p>
<p>Brang siapa yang menjaga 7 kalimat, maka dia adalah orang yang mulia di sisi Allah dan di kalangan para Malaikat., Bahkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya walaupun dosanya sebanyak buih di laut dan dia akan mendapatkan ketenteramannya, taatnya dan juga hidup dan matinya akan menjadi baik :</p>
<ol>
<li>Setiap memulai pekerjaan membaca Bismillah</li>
<li>Setiap selesai melakukan pekerjaan mengucap Alhamdulillah</li>
<li>Apabila terlontar di  lidahnya kata-kata yang tidak berarti, dia ucap Subhanallah</li>
<li>Apabila dia akan mengerjakan pekerjaan sifatnya yang akan datang, dia mengucapkan Insyaallah</li>
<li>Apabila datang kepadanya suatu perbuatan yang dibenci, tidak disukai maka dia membaca La Haula wa la Quqqata illa billahil ‘aliyul adhim</li>
<li>Apabila dia ditimpa musibah, dia membaca Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un</li>
<li>Pada setiap hari siang dan malam lidahnya selalu dibasahi oleh kalimah : La ilaha illallah</li>
</ol>
</div>
</div>
<h3 class="storytitle">Shalat  untuk Kesehatan</h3>
<div class="storycontent">
<p>Gerakan shalat untuk Kesehatan :</p>
<ol>
<li>Tegak berdiri betul, untuk stabilnya gerak jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh</li>
<li>Melipat tangan di atas dada untuk mengistirahatkan jantung</li>
<li>Ruku’ untuk merakit otot2 pinggang</li>
<li>Sujud untuk menurunkan darah ke kepala sekaligus untuk mengobati sakit kepala</li>
<li>Tahayat akhir (tawaru’) untuk anti ambaien</li>
<li>Takbiratul Ihran untuk memperkuat paru-paru</li>
</ol>
<p>Iman rasul meningkat terus, iman Malaikat tetap dan iman manusia naik turun</p>
<p>Alam</p>
<ol>
<li>ALam mati ~ alam arwah</li>
<li>Alam dunia</li>
<li>Alam Barzah ~ sakarat</li>
<li>Alam akhirat (kiamat)</li>
</ol>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suraw.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suraw.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=55&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/mutiara-hadist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Allah</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/hukum-allah/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/hukum-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 10:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Hadist pada Muhajirin &#8211; tentang malapetaka Hadist Rasulullah SAW kepada kaum Muhajirin : Hai golongan Muhajirin… Ada 5 perkara jika kamu ditimpa musibah/malapetaka, atau terjadi dilingkunganmu. Saya berselindung kepada Allah bila hal itu terjadi(terdapat) diantara kamu : Bila ada suatu kamum memperbuat perzinahan secara terang-terangan, maka mereka akan diserang oleh penyakit yang belum pernah dialami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=53&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="storytitle"><a title="Hadist pada Muhajirin - tentang malapetaka" rel="bookmark" href="http://top1hit4m.blogsome.com/2007/12/26/hadist-pada-muhajirin-tentang-malapetaka/">Hadist pada Muhajirin &#8211; tentang malapetaka</a></h3>
<div class="storycontent">
<p>Hadist Rasulullah SAW kepada kaum Muhajirin : Hai golongan Muhajirin… Ada 5 perkara jika kamu ditimpa musibah/malapetaka, atau terjadi dilingkunganmu. Saya berselindung kepada Allah bila hal itu terjadi(terdapat) diantara kamu :</p>
<ol>
<li>Bila ada suatu kamum memperbuat perzinahan secara terang-terangan, maka mereka akan diserang oleh penyakit yang belum pernah dialami nenek moyang mereka</li>
<li>Bila mereka mengurangi timbangan/takaran maka akan dihukum dengan kemiskinan serta kezaliman pihak penguasa</li>
<li>Setiap mereka enggan mengeluarkan zakat harta benda mereka, Allah akan mengurangi turunnya hujan dari langit. Dan kalaulah tidak karena hewan ternak, tidaklah Tuhan akan menurunkan hujan kembali.</li>
<li>Setiwsp mereka melanggar janji Allah dan Rasulnya maka mereka akan dijajah oleh musuh (bangsa lain) yang akan merampas sebagian dari harta mereka.</li>
<li>Selama pemimpin mereka tidak menjalankan hukum-hukum yang terdapat di dalam kitab Allah SWT, maka selang sengketa akan berkobar di kalangan mereka (HR Ibnu Hajah Al Bazar, dari Al Baihaki)</li>
</ol>
<p>QS Al Maidah 49 :</p>
<p>Jika mereka berpaling dari hukum-hukum Allah, maka ketahuilah bahwa Allah Akan menimpakan musibah kepada merekadisebabkan sebagian dari dosa-dosa mereka dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suraw.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suraw.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=53&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/hukum-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedekah</title>
		<link>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/sedekah/</link>
		<comments>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 10:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>top1hit4m</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suraw.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[INFAK MENJAUHKAN DIRI DARI NERAKA Apa balasan bagi orang yang kikir? Di dunia mungkin ia akan hidup terisolasi dari manusia lain, sementara di akhirat ia pasti akan merugi. Sebuah kisah inspiratif dari adegan hidup Rasulullah Saw mungkin memberikan ibrah berarti. Tersebutlah seorang wanita yang datang menemui Rasul Muhammad Saw. Wanita tersebut datang tergesa. Semburat perih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=51&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="text-decoration:underline;">INFAK MENJAUHKAN  DIRI DARI NERAKA</span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"><br />
</span></strong><br />
Apa balasan bagi orang yang kikir? Di dunia mungkin ia akan hidup terisolasi dari manusia lain, sementara di akhirat ia pasti akan merugi. Sebuah kisah inspiratif dari adegan hidup Rasulullah Saw mungkin memberikan ibrah berarti.</p>
<p>Tersebutlah seorang wanita yang datang menemui Rasul Muhammad Saw. Wanita tersebut datang tergesa. Semburat perih terpancar dari wajahnya. Berjalan dengan menunduk, sementara satu tangannya dimasukkan ke dalam saku gamisnya.</p>
<p>Usai berucap salam kepada Rasul Saw, wanita ini mengaku sebagai seorang anak yang telah ditinggal mati kedua orang tuanya. Ia menahan rasa sakit yang amat sangat. Rasul mulia memperhatikan. Tak sabar beliau bertanya, “Apa yang terjadi terhadap tangan yang kau sembunyikan, wahai wanita?”<br />
Perempuan itu pun mengeluarkan tangannya sambil memelas, “Selamatkan  aku wahai baginda!”</p>
<p>Rasul terperangah saat memandang sepotong tangan yang rusak terbakar. Kulit terkelupas, sementara daging terkuak menyemburatkan bau anyir yang tidak sedap. Rasul Saw tak kuasa menahan diri untuk tidak bertanya, “Apa yang terjadi pada tanganmu ini?”</p>
<p>Wanita itupun memulai cerita. Malam tadi ia bermimpi. Sebuah mimpi yang amat seram. Ia berdiri di tengah neraka. Terlihat di sana banyak manusia yang sedang disiksa dan berteriak histeris. Hatinya menjadi kalut dan panik saat melihat pemandangan yang begitu menyeramkan. Hampir ia turut berteriak….</p>
<p>Sejurus kemudian kelebatan matanya tertumpu pada sesosok manusia yang turut disiksa. Ia kenal manusia itu, yang tiada lain adalah wanita yang telah melahirkannya di dunia. Ibunya ketika itu dalam kondisi kalut. Kobaran api tinggi berwarna biru mencoba menerkam dan menjilati tubuh. Namun rupanya ia masih memiliki 2 alat sebagai penangkal hingga kobaran api neraka tidak bisa melahapnya. Kedua alat yang ia miliki itu adalah sepotong keju dan secercah kain. Pemandangan yang mengherankan.</p>
<p>Sambil berteriak, sang anak bertanya kepada ibu, “Ibu…. apa gerangan yang membuatmu tersiksa seperti ini. Bukankah engkau adalah wanita yang baik ketika di dunia dan berbakti kepada ayah?” Masih dalam kondisi kalut, si ibu berujar, “Aku tersiksa begini sebab aku selalu bakhil ketika hidup. Hanya dua benda ini saja, -ia menunjuk kepada keju dan kain yang ada di tangannya-,yang bisa menyelamatkan aku. Sudah jangan banyak bicara…. carilah jalan untuk menolongku, nak….!”</p>
<p>Kepanikan ibu menjalar ke hati anaknya. Anak itu pun berlari hendak mencari pertolongan. “Oh iya…. Ayah!” ujarnya dalam hati. Ia pun pergi berlari kencang hendak mencari ayahnya demi minta pertolongan.<br />
Kesegenap penjuru mata angin ia mencari ayahnya. Terakhir, ia pun menjumpai ayahnya yang sedang hidup dalam kenikmatan surga. Bagai seorang raja, ayahnya diberi banyak kenikmatan oleh Allah Ta’ala.<br />
Dengan nafas tersengal sang anak berujar, “Ayah….! Kok bisa-bisanya sih ayah hidup enak di sini sementara ibu tengah menyabung nyawa menghadapi api neraka. Mengapa ayah tidak membantu ibu di sana?” Sang ayah menjawab dengan bijak, “Kami para penghuni surga dilarang Allah untuk menolong mereka yang berada di neraka. Ibu sedemikian, itu disebabkan karena ia adalah orang yang amat bakhil semasa hidupnya.”</p>
<p>“Jadi ayah tidak mau menolong ibu…?!” tanya sang anak sengit. “Dasar!!!” itulah kalimat terakhir yang meluncur dari lisan sang anak.<br />
Sejurus kemudian, anak itu mengambil segelas air dari telaga surga yang ada. Air itu ia bawa untuk ibunya yang berada di neraka. Sesampainya di sana, ia sodorkan air surga itu kepada ibunya. Saat tangan yang memegang gelas itu disorongkan, maka secepat kilat api neraka pun menampar tangannya. Gelas terjatuh, sementara si gadis meraung karena panas yang ia rasakan di tangannya. “Ah…ahhh…ahhh…. panassss!!!” wanita itu mengerang.</p>
<p>Teriakan itu begitu keras terdengar. Keluar dari rongga mulut sekaligus mengguncang tubuhnya. Sontak, ia tersadar. Rupanya ia masih berada di pembaringan! Ia mengerti bahwa ia baru saja bermimpi. Bermimpi berjumpa kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Namun, mengapa tangannya terasa perih? Ia membatin. Wanita itu pun menyingsingkan lengan baju tidurnya. Rasa perih semakin menyayat saat kain baju tersingkap dan menggesek kulit tangannya.</p>
<p>“Masya Allah…!” wanita itu berteriak saat ia lihat tangan kanannya hangus terbakar, terkelupas dan tersayat. Ia menjadi bingung atas kejadian ini. Malam itu ia coba menahan perih. Usai Shubuh, ia pun segera pergi untuk berjumpa Rasul dan menyampaikan apa yang telah berlaku.</p>
<p>“Selamatkan aku, baginda….!” ujar wanita itu memelas. Rasul Saw mulai mengerti apa yang telah berlaku pada wanita itu. Kemudian beliau bersabda, “Ulurkan tanganmu itu!” Tangan itu pun disorongkan. Kemudian Rasul Saw mengambil tongkatnya. Dengan tongkat itu, beliau menyentuh tangan yang terbakar. Rasul Saw berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar wanita itu disembuhkan. Sesaat kemudian, Allah sungguh mengabulkan permintaan nabi-Nya. Tangan itupun berangsur kembali sembuh.</p>
<p>“Perbanyaklah ibadah dan sedekah atas nama ibumu! Semoga Allah Swt menyelamatkan dirinya dari api neraka!” itulah pesan yang beliau sabdakan kepada wanita tersebut.</p>
<p>Ya… sedekah dapat menyelamatkan manusia dari ancaman siksa api neraka! Api neraka yang menyala, membakar dan menyakiti tubuh dapat tertolak dengan sebab sedekah meskipun dalam bentuk kecil. Apa jadinya bila manusia kerap melakukan sedekah itu dalam bentuk besar dan sesering mungkin?<br />
Allah Swt berfirman tentang orang yang memberikan hartanya di jalan  Allah dalam ayat berikut:<br />
“Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling taqwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya” (QS. 92:17-18)</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh baginda Rasulullah Muhammad Saw dalam  sabdanya:<br />
“Sedekah sungguh akan menyelamatkan seseorang dari panasnya azab kubur. Seorang mukmin pada hari kiamat sungguh akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (HR. Thabrani)<br />
Dalam sabdanya yang lain, beliau bersabda:<br />
“Bersedekahlah, sungguh sedekah dapat membebaskan kalian dari neraka.”  (HR. Thabrani)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suraw.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suraw.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suraw.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suraw.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suraw.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suraw.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suraw.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suraw.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suraw.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suraw.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suraw.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suraw.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suraw.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suraw.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suraw.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suraw.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suraw.wordpress.com&amp;blog=4257729&amp;post=51&amp;subd=suraw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suraw.wordpress.com/2008/07/23/sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad9d555702c50662360d9daf401c8a5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">top1hit4m</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
